Sunday, March 4, 2018

Cerita Rakyat dan Legenda Batu Menangis



Pada kesempatan kali ini penulis akan menceritakan kembali Cerita Rakyat dan Legenda -Batu Menangis. Legenda ini berasal dari Provinsi Kalimantan Barat. Cerita ini oleh masyarakat setempat dipercaya  benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa

 


Adapun ceritanya adalah sebagai berikut:
Di sebuah bukit yang jauh dari desa, tinggalah seorang janda bersama anak perempuannya yang bernama Jelita. Mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana peninggalah suami Mak Dasah. Suami Mak Dasah telah lama meninggal, waktu Jelita baru berusia satu tahun. Gadis itu memang rupawan seperti namanya. Namun sayang sifatnya tak secantik wajahnya. Jelita adalah gadis pemalas yang hanya gemar bersolek. Setiap hari ia mematut dirinya di depan cermin, mengagumi kecantikan wajahnya.

"Ah, aku memang jelita," katanya sambil memandang cermin. "Lebih pantas bagiku untuk tinggal di istana raja daripada di gubuk reot seperti ini." Matanya memandang ke sekeliling ruangan. Hanya ada kasur yang tidak empuk tempat dia tidur di ruangan itu. Tidak ada meja hias yang sangat dia dambakan. Bahkan lemari untuk pakaian pun hanya sebuah peti bekas. "Sampai kapan aku akan hidup seperti ini?" keluh nya dalam hati.

Jelita memang bukan anak orang kaya. Ayahnya sudah meninggal dan ibunya tak punya banyak uang. Untuk menghidupi mereka berdua, sang ibu bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam. Demi cintanya pada anaknya, maka pekerjaan apapun dia lakukan, mencari kayu bakar di hutan, menyabit rumput untuk pakan kambing tetangga, mencucikan pakaian orang lain, untuk memperoleh sedikit upah.

Sebaliknya Jelita adalah anak yang manja. Sedikit pun dia tak merasa iba melihat ibunya bekerja keras sepanjang hari untuk mencari sesuap nasi. Hatinya  tak tergerak sedikitpun untuk ikut membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah. Tapi jika ada sesuatu yang sangat diinginkannya, ia pun akan merengek agar permintaannya dituruti.

Seperti minggu lalu, saat seorang kawannya dari desa di Utara sungai yang mengadakan pesta perayaan. Jelita mendapat undangan untuk menghadirinya. Tentu saja hal teresebut membuat gadis cantik itu senang bukan kepalang. Dia membayangkan tamu-tamu dalam pesta itu akan memandangi wajahnya yang rupawan. Para pria memuji kecantikannya, sementara para wanita mungkin akan iri hati melihat penampilannya.

Namun tiba-tiba Jelita teringat bahwa ia tak memiliki pakaian yang pantas dikenakannya di pesta tersebut. Segeralah ia mencari ibunya yang sedang memasak di dapur.

"Ibu, tolong belikan aku pakaian dan selendang baru. Lusa akan ada pesta di desa Utara sungai, dan aku tak punya pakaian yang pantas. Bajuku sudah usang semua," Katanya  merengek.

“Bukankah minggu lalu kau sudah beli baju baru? Mengapa tak kau pakai yang itu saja. Masih bagus bukan?" ujar sang ibu.

"Aaah, tidak mau. Baju yang itu sudah pernah aku pakai, malu dong pakai baju yang itu-itu lagi. Apa kata orang nanti?! Ayolah, Bu belikan aku pakaian lagi."

Sang ibu hanya bisa menghela napas panjang mendengar permintaan anak semata wayangnya itu. Ia tak tega padanya. “Baiklah, besok pagi kita akan membelinya di pasar."

"Tidak mau!" Sahut Jelita kasar. "Aku tidak mau pergi ke pasar dengan ibu. Sebaiknya ibu berikan saja uangnya padaku agar aku bisa membelinya sendiri."

"Tapi, besok Ibu harus ke pasar terlebih dahulu untuk menjual kayu bakar yang ibu dapatkan hari ini. Setelah terjual, baru uangnya bisa kau belikan pakaian. Bukankah lebih baik kalau kita berangkat ke pasar bersama-sama?"

Jelita terdiam. Ia sebenarnya tak ingin pergi ke pasar bersama ibunya. Ia malu dan khavvatir jika ada orang yang melihatnya berjalan bersama wanita tua itu lalu mengejeknya. Akan tetapi, gadis itu tak punya alasan untuk menolak, sebab tanpa uang hasil penjualan kayu bakar, ia tak mungkin bisa membeli pakaian baru. Akhirnya, gadis itu masuk ke dalam kamarnya sambil cemberut dan menggerutu.

Keesokkan paginya, mereka bersiap hendak ke pasar. Jelita terlihat sangat cantik dengan baju merah mudanya yang terlihat mahal, sementara sang ibu mengenakan pakaian lusuh. Jelita sengaja berjalan cepat sekali, rnembuat ibunya tak mampu mengikutinya.

"Hai, Jelita. Mengapa kau berjalan cepat sekali menginggalkan aku di beIakangmu. Kau tau aku tak kuat menyusul langkahmu."

Namun Jelita diam saja, dan terus mempercepat Iangkahnya. Ia tak ingin ketahuan berjalan bersama ibunya. Di tengah jalan, Darmi disapa oleh beberapa orang dari desa tetangga yang menyapanya.
"Hai Jelita, mau pergi kemana kau?" sapa mereka. “Aku mau ke pasar,” jawab Jelita.
"Oh, siapa nenek yang di belakangmu itu? Ibumu kah?"

Seketika wajahnya terlihat memerah karena malu, "Oh bukan! Bukan! Mana mungkin dia ibuku." Jawab Jelita cepat. Ia pun segera mempercepat langkahnya agar tak ditanya-tanya lagi.

Betapa terkejutnya sang ibu mendengar perkataan anak kesayangannya itu. Rasa marah mulai muncul dalam hati karena gadis itu tidak mau mengakui dirinya sebagai ibu. Namun ia menahan amarahnya dan berharap anakknya akan segera berubah pikiran.

Sayangnya, harapan sang ibu tak terjadi. Sepanjang perjalanan mereka bertemu beberapa orang lagi, dan Jelita terus mengatakan hal yang sama. Akhirnya sang ibu tak tahan lagi kesedihan. Sambil bercucuran air mata, ia pun menegur anaknya.

"Wahai anakku, sebegitu malunya kah kau mengakui aku sebagai ibumu? Aku yang melahirkanmu ke dunia ini. Apakah ini balasanmu pada ibumu yang menyayangimu?"

Jelita menoleh kesal dan membentak, "Aku tidak minta dilahirkan oleh ibu yang miskin sepertimu. Aku tidak pantas menjadi anak ibu. Lihatlah wajah ibu' Jelek, keriput dan lusuh! Ibu Iebih pantas jadi pembantuku!"

Dengan angkuh, Jelita terus melangkah meninggalkan sang ibu yang terduduk di pinggir jalan. Air matanya mengalir deras di kedua pipinya. Perasaannya remuk rendam, tak mampu ia berkata-kata selain mengadahkan kedua tangannya ke langit. Rasa sakit di hatinya membuat ia mengucapkan kutukan.

“Tuhan, hamba tidak lagi menahan penghinaan anak hamba ini! benar telah membatu hati anak hamba ini, karena itu, Ya Tuhan, hukumlah anak hamba durhaka itu menjadi batu!"
Doa sang ibu yang teraniaya itu menjadi terkabul.

Tiba-tiba langit menjadi gelap, awan biru berubah berubah mendung dan kilat menyambar-nyambar diiringi guntur yang menggelegar. Jelita merasa sangat takut, lalu ia mencoba berlari menjauh. Saat itulah ia menyadari bahwa kedua kakinya berubah menjadi batu.

Dia menjerit ketakutan. Betapa mengerikannya perasaan yang dialaminya ketika mendapati kedua kaki berubah menjadi batu. Ia kian ketakutan mendapati pinggangnya pun berubah membatu. Sadarlah ia, semua itu terjadi karena kedurhakaan besarnya kepada ibunya. Maka dia pun berteriak-teriak,"Ibu, ampuni aku! Ampuni aku! Ampuni kedurhakaan anakmu ini, Bu"

Namun, semuanya telah terlambat baginya. Sang ibu hanya terdiam. Sama sekali tak berusaha mengabulkan permohonan anaknya yang telah berbuat durhaka terhadapnya. Ia merasa telah cukup mengalami penderitaan yang diakibatkan anaknya itu. Hingga akhirnya seluruh tubuh Jelita berubah menjadi batu.

Batu jelmaan itu terus meneteskan air seperti air mata penyesalan yang menetes dari mata Jelita. Orang-orang yang mengetahtui adanya air yang terus menetes dari batu itu kemudian menyebutnya Batu Menangis.

Pesan Moral: Hormati kedua orangtuamu, terutama ibu yang sudah melahirkan kamu. Membuat ibumu bersedih atas tingkah lakumu yang tidak baik hanya akan membuat hidupmu susah di kemudian hari. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang melahirkannya, maka akan mendapatkan hukuman dri Tuhan Yang Maha Kuasa

2 comments:

  1. PinoQQ
    MAINPINOQQ.COM | MAINPINOQQ.ORG | MAINPINOQQ.INFO |
    -KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
    Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
    Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
    1 user ID sudah bisa bermain 9 Permainan.
    • BandarQ
    • AduQ
    • Capsasusun
    • Domino99
    • Poker
    • BandarPoker
    • Sakong
    • Bandar66
    • PerangBaccarat
    Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
    customer service kami yang profesional dan ramah.
    NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
    Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    • WA : +855 96 978 7541
    • LINE : pino_qq

    Daftar PinoQQ
    PinoQQ
    PinoQQ
    Agen BandarQ
    Kartu Online
    PinoQQ
    Judi Online
    AgenSakong
    BandarQ

    ReplyDelete