Pada kesempatan kali ini penulis akan menceritakan kembali Cerita Rakyat dan Legenda -Batu Menangis. Legenda ini berasal dari Provinsi Kalimantan Barat. Cerita ini oleh
masyarakat setempat dipercaya benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang
mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti
perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa
Adapun ceritanya
adalah sebagai berikut:
Di sebuah
bukit yang jauh dari desa, tinggalah seorang janda bersama anak perempuannya
yang bernama Jelita. Mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana peninggalah suami
Mak Dasah. Suami Mak Dasah telah lama meninggal, waktu Jelita baru berusia satu
tahun. Gadis itu memang rupawan seperti namanya. Namun sayang sifatnya tak
secantik wajahnya. Jelita adalah gadis pemalas yang hanya gemar bersolek.
Setiap hari ia mematut dirinya di depan cermin, mengagumi kecantikan wajahnya.
"Ah,
aku memang jelita," katanya sambil memandang cermin. "Lebih pantas
bagiku untuk tinggal di istana raja daripada di gubuk reot seperti ini."
Matanya memandang ke sekeliling ruangan. Hanya ada kasur yang tidak empuk
tempat dia tidur di ruangan itu. Tidak ada meja hias yang sangat dia dambakan.
Bahkan lemari untuk pakaian pun hanya sebuah peti bekas. "Sampai kapan aku
akan hidup seperti ini?" keluh nya dalam hati.
Jelita
memang bukan anak orang kaya. Ayahnya sudah meninggal dan ibunya tak punya
banyak uang. Untuk menghidupi mereka berdua, sang ibu bekerja membanting tulang
dari pagi hingga malam. Demi cintanya pada anaknya, maka pekerjaan apapun dia
lakukan, mencari kayu bakar di hutan, menyabit rumput untuk pakan kambing
tetangga, mencucikan pakaian orang lain, untuk memperoleh sedikit upah.
Sebaliknya Jelita
adalah anak yang manja. Sedikit pun dia tak merasa iba melihat ibunya bekerja
keras sepanjang hari untuk mencari sesuap nasi. Hatinya tak tergerak sedikitpun untuk ikut membantu
menyelesaikan pekerjaan di rumah. Tapi jika ada sesuatu yang sangat
diinginkannya, ia pun akan merengek agar permintaannya dituruti.
Seperti
minggu lalu, saat seorang kawannya dari desa di Utara sungai yang mengadakan
pesta perayaan. Jelita mendapat undangan untuk menghadirinya. Tentu saja hal
teresebut membuat gadis cantik itu senang bukan kepalang. Dia membayangkan
tamu-tamu dalam pesta itu akan memandangi wajahnya yang rupawan. Para pria
memuji kecantikannya, sementara para wanita mungkin akan iri hati melihat
penampilannya.
Namun tiba-tiba
Jelita teringat bahwa ia tak memiliki pakaian yang pantas dikenakannya di pesta
tersebut. Segeralah ia mencari ibunya yang sedang memasak di dapur.
"Ibu,
tolong belikan aku pakaian dan selendang baru. Lusa akan ada pesta di desa
Utara sungai, dan aku tak punya pakaian yang pantas. Bajuku sudah usang
semua," Katanya merengek.
“Bukankah
minggu lalu kau sudah beli baju baru? Mengapa tak kau pakai yang itu saja.
Masih bagus bukan?" ujar sang ibu.
"Aaah,
tidak mau. Baju yang itu sudah pernah aku pakai, malu dong pakai baju yang
itu-itu lagi. Apa kata orang nanti?! Ayolah, Bu belikan aku pakaian lagi."
Sang ibu
hanya bisa menghela napas panjang mendengar permintaan anak semata wayangnya
itu. Ia tak tega padanya. “Baiklah, besok pagi kita akan membelinya di
pasar."
"Tidak
mau!" Sahut Jelita kasar. "Aku tidak mau pergi ke pasar dengan ibu.
Sebaiknya ibu berikan saja uangnya padaku agar aku bisa membelinya
sendiri."
"Tapi,
besok Ibu harus ke pasar terlebih dahulu untuk menjual kayu bakar yang ibu
dapatkan hari ini. Setelah terjual, baru uangnya bisa kau belikan pakaian.
Bukankah lebih baik kalau kita berangkat ke pasar bersama-sama?"
Jelita
terdiam. Ia sebenarnya tak ingin pergi ke pasar bersama ibunya. Ia malu dan
khavvatir jika ada orang yang melihatnya berjalan bersama wanita tua itu lalu
mengejeknya. Akan tetapi, gadis itu tak punya alasan untuk menolak, sebab tanpa
uang hasil penjualan kayu bakar, ia tak mungkin bisa membeli pakaian baru.
Akhirnya, gadis itu masuk ke dalam kamarnya sambil cemberut dan menggerutu.
Keesokkan
paginya, mereka bersiap hendak ke pasar. Jelita terlihat sangat cantik dengan
baju merah mudanya yang terlihat mahal, sementara sang ibu mengenakan pakaian lusuh.
Jelita sengaja berjalan cepat sekali, rnembuat ibunya tak mampu mengikutinya.
"Hai, Jelita.
Mengapa kau berjalan cepat sekali menginggalkan aku di beIakangmu. Kau tau aku
tak kuat menyusul langkahmu."
Namun Jelita
diam saja, dan terus mempercepat Iangkahnya. Ia tak ingin ketahuan berjalan
bersama ibunya. Di tengah jalan, Darmi disapa oleh beberapa orang dari desa
tetangga yang menyapanya.
"Hai Jelita,
mau pergi kemana kau?" sapa mereka. “Aku mau ke pasar,” jawab Jelita.
"Oh,
siapa nenek yang di belakangmu itu? Ibumu kah?"
Seketika
wajahnya terlihat memerah karena malu, "Oh bukan! Bukan! Mana mungkin dia
ibuku." Jawab Jelita cepat. Ia pun segera mempercepat langkahnya agar tak
ditanya-tanya lagi.
Betapa
terkejutnya sang ibu mendengar perkataan anak kesayangannya itu. Rasa marah
mulai muncul dalam hati karena gadis itu tidak mau mengakui dirinya sebagai
ibu. Namun ia menahan amarahnya dan berharap anakknya akan segera berubah
pikiran.
Sayangnya,
harapan sang ibu tak terjadi. Sepanjang perjalanan mereka bertemu beberapa
orang lagi, dan Jelita terus mengatakan hal yang sama. Akhirnya sang ibu tak
tahan lagi kesedihan. Sambil bercucuran air mata, ia pun menegur anaknya.
"Wahai
anakku, sebegitu malunya kah kau mengakui aku sebagai ibumu? Aku yang
melahirkanmu ke dunia ini. Apakah ini balasanmu pada ibumu yang
menyayangimu?"
Jelita
menoleh kesal dan membentak, "Aku tidak minta dilahirkan oleh ibu yang
miskin sepertimu. Aku tidak pantas menjadi anak ibu. Lihatlah wajah ibu' Jelek,
keriput dan lusuh! Ibu Iebih pantas jadi pembantuku!"
Dengan
angkuh, Jelita terus melangkah meninggalkan sang ibu yang terduduk di pinggir
jalan. Air matanya mengalir deras di kedua pipinya. Perasaannya remuk rendam,
tak mampu ia berkata-kata selain mengadahkan kedua tangannya ke langit. Rasa
sakit di hatinya membuat ia mengucapkan kutukan.
“Tuhan,
hamba tidak lagi menahan penghinaan anak hamba ini! benar telah membatu hati
anak hamba ini, karena itu, Ya Tuhan, hukumlah anak hamba durhaka itu menjadi
batu!"
Doa sang ibu
yang teraniaya itu menjadi terkabul.
Tiba-tiba
langit menjadi gelap, awan biru berubah berubah mendung dan kilat
menyambar-nyambar diiringi guntur yang menggelegar. Jelita merasa sangat takut,
lalu ia mencoba berlari menjauh. Saat itulah ia menyadari bahwa kedua kakinya
berubah menjadi batu.
Dia menjerit
ketakutan. Betapa mengerikannya perasaan yang dialaminya ketika mendapati kedua
kaki berubah menjadi batu. Ia kian ketakutan mendapati pinggangnya pun berubah
membatu. Sadarlah ia, semua itu terjadi karena kedurhakaan besarnya kepada
ibunya. Maka dia pun berteriak-teriak,"Ibu, ampuni aku! Ampuni aku! Ampuni
kedurhakaan anakmu ini, Bu"
Namun,
semuanya telah terlambat baginya. Sang ibu hanya terdiam. Sama sekali tak
berusaha mengabulkan permohonan anaknya yang telah berbuat durhaka terhadapnya.
Ia merasa telah cukup mengalami penderitaan yang diakibatkan anaknya itu.
Hingga akhirnya seluruh tubuh Jelita berubah menjadi batu.
Batu jelmaan
itu terus meneteskan air seperti air mata penyesalan yang menetes dari mata
Jelita. Orang-orang yang mengetahtui adanya air yang terus menetes dari batu
itu kemudian menyebutnya Batu Menangis.
Pesan Moral: Hormati kedua orangtuamu, terutama
ibu yang sudah melahirkan kamu. Membuat ibumu bersedih atas tingkah lakumu yang
tidak baik hanya akan membuat hidupmu susah di kemudian hari. Barang siapa yang
mendurhakai ibu kandung yang melahirkannya, maka akan mendapatkan hukuman dri
Tuhan Yang Maha Kuasa

Cara Bermain Slot Reel Assault Via OVO Ayo Daftar Sekarang Juga Dan Dapatkan Bonus Berlimpah !!!
ReplyDeletePinoQQ
ReplyDeleteMAINPINOQQ.COM | MAINPINOQQ.ORG | MAINPINOQQ.INFO |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 9 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsasusun
• Domino99
• Poker
• BandarPoker
• Sakong
• Bandar66
• PerangBaccarat
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA : +855 96 978 7541
• LINE : pino_qq
Daftar PinoQQ
PinoQQ
PinoQQ
Agen BandarQ
Kartu Online
PinoQQ
Judi Online
AgenSakong
BandarQ