Monday, March 5, 2018

Cerita Rakyat dan Legenda - Keong Emas

Cerita Rakyat dan Legenda - Keong Emas. Cerita rakyat ini sangat populer dalam masyarakat. Cerita Keong Emas ini berasal dari Jawa Timur termasuk kategori dongeng.
Cerita rakyat ini baik di ceritakan pada anak terutama menjelang tidur. Karena dari cerita ini terkandung pesan moral yang sangat dalam. yakni kita tidak boleh merasa iri dan dengki. juga berbuat jahat pada orang lain. Karena sepandai-pandainya menutupi kejahatan, pastilah suatu saat akan terbongkar juga
adapun ceritanya adalah sebagai berikut :

KEONG EMAS 



Kisah ini berawal dari kerajaan Panjalu yang beribukota di Daha atau Kediri. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Kertamarta. Ia memimpin sebuah kerajaan yang sangat indah dan megah.. Raja Kertamarta mempunyai dua orang Putri yang cantik, Dewi Galuh Candrakirana dan Dewi Ajeng. Kehidupan mereka sangat bahagia dan berkecukupan.


Sejak kecil Dewi Galuh Candrakirana sudah tidak mendapatkan kasih sayang ibunya. Karena permaisuri Raja Kertamarta meninggal dunia karena sakit. Itulah sebabnya mengapa Raja Kertamarta kemudian menikah lagi dan mempunyai putri yang dinamakan Dewi Ajeng.



Dewi Galuh Candrakirana adalah seorang putri yang cantik jelita dan juga baik hati. Sedangkan Dewi Ajeng, meskipun juga berparas cantik namun perangainya sangat buruk.


Pada suatu hari, datanglah seorang Pangeran tampan dari kerajaan Kahuripan. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Kedatangan Pangeran ke kerajaan Daha adalah untuk melamar salah satu Putri Raja. Kedatangan dan maksud Pangeran sangat di sambut baik oleh Raja Kertamarta. Dan ternyata Pangeran Inu Kertapati memilih  Dewi Galuh Candra Kirana sebagai permaisurinya. Sang putri pun menerima lamaran Raden Inu Kertapati.

Hal itu membuat Dewi Ajeng merasa sangat iri. Diam-diam ia juga menaruh hati pada Raden Inu Kertapati yang gagah dan tampan. Ia merasa dirinyalah yang lebih cocok menjadi tunangannya. Dari perasaan irilah kemudian berkembang menjadi perasaan benci. Dewi Ajeng mulai merencanakan untuk menyingkirkan Dewi Galuh Candra Kirana dari kerajaan.

Suatu hari, secara diam-diam Dewi Ajeng pergi menemui seorang penyihir jahat. Ia meminta bantuan kepada Penyihir untuk menyihir Candra Kiran menjadi sesuatu yang menjijikan agar Raden Inu Kertapati menjauhinya. Ia pun berharap menjadi pengganti Dewi Galuh Candra Kirana sebagai tunangannya.

Dengan iming-imimg upah yang cukup besar, Penyihir pun menyetujui permintaan Dewi Ajeng. Namun, Penyihir tidak dapat masuk istana karena pasti akan dicurigai. Akhirnya, Dewi Ajeng mempunyai siasat untuk memfitnah Dewi Galuh Candra Kirana, sehingga ia di usir dari kerajaan. Dewi Galuh Candra Kirana meninggalkan kerajaan dengan perasaan sedih. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan penyihir jahat dan menyihir Dewi Galuh Candra Kirana menjadi Keong Mas. Setelah berhasil menyihirputri Kediri itu, penyihir langsung membuangnya ke sungai.

‘’ Kutukanmu akan hilang, jika kamu dapat bertemu dengan tunanganmu Raden Inu Kertapati.’’ Ujar Penyihir jahat itu.

Suatu hari, seorang Nenek sedang mencari ikan dengan menggunakan jala. Keong Mas ikut tersangkut oleh jala tersebut. Melihat betapa indahnya Keong Mas yang ia dapatkan, Si Nenek langsung membawanya pulang dan di taruhnya Keong Mas di dalam tempayan. Nenek tersebut memelihara Keong Mas dengan baik dan memberikan makan, agar tidak mati.

Keesokan harinya, sang Nenek kembali ke sungai untuk mencari Ikan. Namun, tidak satu pun yang ia dapatkan. Karena sudah terlalu lama tapi tidak mendaptkan hasil. Ia pun segera memutuskan untuk pulang kerumah.

Alangkah terkejutnya ketika sampai dirumah, ia melihat makanan yang sangat enak sudah terhidang di atas mejanya. Ia merasa sangat heran dan bertanya-tanya siapakah yang sudah membuatkan makanan ini.

Hari-hari berikutnya, terjadi hal yang serupa. Tentu saja hal itu menimbulkan perasaan heran sekaligus penasaran. Karena merasa penasaran. Sang Nenek memutuskan untuk pura-pura pergi ke laut. Namun sebenarnya ia ingin tahu dan mengintip siapa yang sudah membuatkan makanan setiap hari.

Sang nenek sangat terkejut. Melihat Keong Mas yang ia letakkan di dalam tempayan berubah menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Gadis cantik tersebut langsung menyiapkan makanan di atas meja. Karena rasa penasarannya, Sang Nenek keluar dari persembunyian dan langsung menghampiri Gadis cantik tersebut.

“ Siapa kamu Putri yang cantik? Dan dari manakah asalmu?”. Tanya sang Nenek

Keong Mas yang berubah menjadi wujud aslinya yaitu Dewi Galuh Candra Kirana, sangat terkejut melihat kedatangan Sang Nenek yang tiba-tiba. Akhirnya Dewi Galuh Candra Kirana menjelaskan siapa ia sebenarnya, dan menceritakan kenapa ia berubah menjadi Keong Mas. Setelah menjelaskan kepada Sang Nenek, Dewi Galuh Candra Kirana pun kembali berubah wujud menjadi Keong Mas.
Sementara, Pangeran Inu Kertapati terus mencari Dewi Galuh Candra Kirana yang mendadak hilang entah kemana. Namun tak satupun kabar yang ia dapatkan. Raden Inu Kertapati sangat yakin bahwa Dewi Galuh Candra Kirana masih hidup. karena kenyakinan itulah yang membuat Raden Inu tidak berhenti mencari. Ia pun berjanji, tidak akan kembali ke kerajaan sebelum menemukan tunangannya Dewi Galuh Candra Kirana.

Penyihir jahat suruhan Dewi Ajeng dan ibunya, mengetahui bahwa Raden Inu Kertapati sedang mencari Dewi Galuh Candra Kirana. Ia mencari cara agar Sang Pangeran tidak dapat menemukan tunangannya itu. Ia pun menyamar menjadi seekor Burung Gagak.

Di tengah perjalanan, Raden Inu Kertapati di kejutkan oleh Burug Gagak yang dapat bicara. Burung Gagak tersebut mengetahui tujuannya. Pangeran yang merasa senang dan menganggap Burung tersebut tahu dimana keberadaan Dewi Galuh Candra Kirana. Ia pun mengikuti petunjuk yang di berikan Burung Gagak. Padahal petunjuk jalan tersebut salah.

Pangeran Inu Kertapati, mulai kebingungan dengan petunjuk yang di berikan Burung Gagak. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang kelaparan. Ia segera memberikan makanan. Ternyata, kakek tersebut adalah seorang Kakek yang sakti, dan kemudian menolong Raden Inu Kertapati dari pengaruh Burung Gagak yang selalu mengikutinya. Kakek tua itu memukul Burung Gagak dengan tongkatnya, dan tiba-tiba burung Gagak berubah menjadi asap.
Kakek tersebut memberikan petunjuk jalan yang benar kepada  Raden Inu Kertapati yang kemudian segera menuju Desa Dadapan. Berhari-hari, ia menempuh perjalanan. Namun, di tengah perjalanan bekalnya telah habis. Ia merasa sangat kehausan . ia pun melihat sebuah rumah dan segera menuju ke rumah tersebut. Ia berniat untuk meminta segelas air. Namun, bukan hanya air yang ia dapatkan. Tetapi Dewi Galuh Candra Kirana yang ia cari. Ia melihat tunangannya itu dari jendela sedang memasak.

Akhirnya, Pangeran Inu Kertapati dapat menemukan Dewi Galuh Candra Kirana. Ia merasa sangat senang. Begitu pula dengan Dewi Galuh Candra Kirana. Pertemuannya dengan Sang Pangeran telah yang berhasil menghilangkan kutukannya.

Raden Inu Kertapti segera membawa Dewi Galuh Candra Kirana ke kerajaan Daha. Ia pun mengajak serta Nenek yang sudah menolongnya. Dewi Galuh Candra Kirana pun menjelaskan perbuatan Dewi Ajeng dan ibunya selama ini kepada Baginda Raja. Akhirnya, kejahatan mereka terbongkar.

Dewi Ajeng dan ibunya mendapat hukuman atas perbuatannya itu. Namun, karena maerasa takut akan hukuman, ia melarikan diri ke hutan. Sementara Baginda minta maaf kepada putrinya Dewi Galuh Candra Kirana.
Akhirnya, Raden Inu Kertapati dan Dewi Galuh Candra Kirana memutuskan untuk segera melangsungkan pernikahan. Mereka hidup behagia.


Diambil dari:  Cerita rakyat 33 Provinsi
                       Berbagai Sumber Dongeng Nusantara


 

2 comments: