Cerita rakyat ini baik di ceritakan pada anak terutama menjelang tidur. Karena dari cerita ini terkandung pesan moral yang sangat dalam. yakni kita tidak boleh merasa iri dan dengki. juga berbuat jahat pada orang lain. Karena sepandai-pandainya menutupi kejahatan, pastilah suatu saat akan terbongkar juga
adapun ceritanya adalah sebagai berikut :
KEONG EMAS
Kisah ini berawal dari
kerajaan Panjalu yang beribukota di Daha atau Kediri. Kerajaan ini dipimpin
oleh seorang Raja yang bernama Kertamarta. Ia memimpin sebuah kerajaan yang
sangat indah dan megah.. Raja Kertamarta mempunyai dua orang Putri yang cantik,
Dewi Galuh Candrakirana dan Dewi Ajeng. Kehidupan mereka sangat bahagia dan
berkecukupan.
Sejak kecil Dewi Galuh
Candrakirana sudah tidak mendapatkan kasih sayang ibunya. Karena permaisuri
Raja Kertamarta meninggal dunia karena sakit. Itulah sebabnya mengapa Raja
Kertamarta kemudian menikah lagi dan mempunyai putri yang dinamakan Dewi Ajeng.
Dewi Galuh
Candrakirana adalah seorang putri yang cantik jelita dan juga baik hati.
Sedangkan Dewi Ajeng, meskipun juga berparas cantik namun perangainya sangat
buruk.
Pada suatu hari,
datanglah seorang Pangeran tampan dari kerajaan Kahuripan. Pangeran tersebut
bernama Raden Inu Kertapati. Kedatangan Pangeran ke kerajaan Daha adalah untuk
melamar salah satu Putri Raja. Kedatangan dan maksud Pangeran sangat di sambut
baik oleh Raja Kertamarta. Dan ternyata Pangeran Inu Kertapati memilih Dewi Galuh Candra Kirana sebagai
permaisurinya. Sang putri pun menerima lamaran Raden Inu Kertapati.
Hal itu membuat Dewi Ajeng
merasa sangat iri. Diam-diam ia juga menaruh hati pada Raden Inu Kertapati yang
gagah dan tampan. Ia merasa dirinyalah yang lebih cocok menjadi tunangannya.
Dari perasaan irilah kemudian berkembang menjadi perasaan benci. Dewi Ajeng
mulai merencanakan untuk menyingkirkan Dewi Galuh Candra Kirana dari kerajaan.
Suatu hari, secara
diam-diam Dewi Ajeng pergi menemui seorang penyihir jahat. Ia meminta bantuan
kepada Penyihir untuk menyihir Candra Kiran menjadi sesuatu yang menjijikan agar
Raden Inu Kertapati menjauhinya. Ia pun berharap menjadi pengganti Dewi Galuh Candra
Kirana sebagai tunangannya.
Dengan iming-imimg upah
yang cukup besar, Penyihir pun menyetujui permintaan Dewi Ajeng. Namun,
Penyihir tidak dapat masuk istana karena pasti akan dicurigai. Akhirnya, Dewi Ajeng
mempunyai siasat untuk memfitnah Dewi Galuh Candra Kirana, sehingga ia di usir
dari kerajaan. Dewi Galuh Candra Kirana meninggalkan kerajaan dengan perasaan
sedih. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan penyihir jahat dan menyihir Dewi
Galuh Candra Kirana menjadi Keong Mas. Setelah berhasil menyihirputri Kediri
itu, penyihir langsung membuangnya ke sungai.
‘’ Kutukanmu akan
hilang, jika kamu dapat bertemu dengan tunanganmu Raden Inu Kertapati.’’ Ujar
Penyihir jahat itu.
Suatu hari, seorang
Nenek sedang mencari ikan dengan menggunakan jala. Keong Mas ikut tersangkut
oleh jala tersebut. Melihat betapa indahnya Keong Mas yang ia dapatkan, Si
Nenek langsung membawanya pulang dan di taruhnya Keong Mas di dalam tempayan.
Nenek tersebut memelihara Keong Mas dengan baik dan memberikan makan, agar
tidak mati.
Keesokan harinya, sang
Nenek kembali ke sungai untuk mencari Ikan. Namun, tidak satu pun yang ia
dapatkan. Karena sudah terlalu lama tapi tidak mendaptkan hasil. Ia pun segera
memutuskan untuk pulang kerumah.
Alangkah terkejutnya
ketika sampai dirumah, ia melihat makanan yang sangat enak sudah terhidang di
atas mejanya. Ia merasa sangat heran dan bertanya-tanya siapakah yang sudah
membuatkan makanan ini.
Hari-hari berikutnya,
terjadi hal yang serupa. Tentu saja hal itu menimbulkan perasaan heran
sekaligus penasaran. Karena merasa penasaran. Sang Nenek memutuskan untuk
pura-pura pergi ke laut. Namun sebenarnya ia ingin tahu dan mengintip siapa
yang sudah membuatkan makanan setiap hari.
Sang nenek sangat
terkejut. Melihat Keong Mas yang ia letakkan di dalam tempayan berubah menjadi
seorang gadis yang cantik jelita. Gadis cantik tersebut langsung menyiapkan
makanan di atas meja. Karena rasa penasarannya, Sang Nenek keluar dari
persembunyian dan langsung menghampiri Gadis cantik tersebut.
“ Siapa kamu Putri yang cantik? Dan dari manakah asalmu?”. Tanya sang Nenek
Keong Mas yang berubah
menjadi wujud aslinya yaitu Dewi Galuh Candra Kirana, sangat terkejut melihat
kedatangan Sang Nenek yang tiba-tiba. Akhirnya Dewi Galuh Candra Kirana menjelaskan
siapa ia sebenarnya, dan menceritakan kenapa ia berubah menjadi Keong Mas.
Setelah menjelaskan kepada Sang Nenek, Dewi Galuh Candra Kirana pun kembali
berubah wujud menjadi Keong Mas.
Sementara, Pangeran Inu
Kertapati terus mencari Dewi Galuh Candra Kirana yang mendadak hilang entah
kemana. Namun tak satupun kabar yang ia dapatkan. Raden Inu Kertapati sangat
yakin bahwa Dewi Galuh Candra Kirana masih hidup. karena kenyakinan itulah yang
membuat Raden Inu tidak berhenti mencari. Ia pun berjanji, tidak akan kembali
ke kerajaan sebelum menemukan tunangannya Dewi Galuh Candra Kirana.
Penyihir jahat suruhan
Dewi Ajeng dan ibunya, mengetahui bahwa Raden Inu Kertapati sedang mencari Dewi
Galuh Candra Kirana. Ia mencari cara agar Sang Pangeran tidak dapat menemukan tunangannya
itu. Ia pun menyamar menjadi seekor Burung Gagak.
Di tengah perjalanan,
Raden Inu Kertapati di kejutkan oleh Burug Gagak yang dapat bicara. Burung
Gagak tersebut mengetahui tujuannya. Pangeran yang merasa senang dan menganggap
Burung tersebut tahu dimana keberadaan Dewi Galuh Candra Kirana. Ia pun mengikuti
petunjuk yang di berikan Burung Gagak. Padahal petunjuk jalan tersebut salah.
Pangeran Inu Kertapati,
mulai kebingungan dengan petunjuk yang di berikan Burung Gagak. Di tengah
perjalanan, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang kelaparan. Ia
segera memberikan makanan. Ternyata, kakek tersebut adalah seorang Kakek yang
sakti, dan kemudian menolong Raden Inu Kertapati dari pengaruh Burung Gagak
yang selalu mengikutinya. Kakek tua itu memukul Burung Gagak dengan tongkatnya,
dan tiba-tiba burung Gagak berubah menjadi asap.
Kakek tersebut
memberikan petunjuk jalan yang benar kepada Raden Inu Kertapati yang kemudian segera
menuju Desa Dadapan. Berhari-hari, ia menempuh perjalanan. Namun, di tengah
perjalanan bekalnya telah habis. Ia merasa sangat kehausan . ia pun melihat
sebuah rumah dan segera menuju ke rumah tersebut. Ia berniat untuk meminta
segelas air. Namun, bukan hanya air yang ia dapatkan. Tetapi Dewi Galuh Candra
Kirana yang ia cari. Ia melihat tunangannya itu dari jendela sedang memasak.
Akhirnya, Pangeran Inu
Kertapati dapat menemukan Dewi Galuh Candra Kirana. Ia merasa sangat senang.
Begitu pula dengan Dewi Galuh Candra Kirana. Pertemuannya dengan Sang Pangeran
telah yang berhasil menghilangkan kutukannya.
Raden Inu Kertapti
segera membawa Dewi Galuh Candra Kirana ke kerajaan Daha. Ia pun mengajak serta
Nenek yang sudah menolongnya. Dewi Galuh Candra Kirana pun menjelaskan
perbuatan Dewi Ajeng dan ibunya selama ini kepada Baginda Raja. Akhirnya,
kejahatan mereka terbongkar.
Dewi Ajeng dan ibunya
mendapat hukuman atas perbuatannya itu. Namun, karena maerasa takut akan
hukuman, ia melarikan diri ke hutan. Sementara Baginda minta maaf kepada putrinya
Dewi Galuh Candra Kirana.
Akhirnya, Raden Inu Kertapati
dan Dewi Galuh Candra Kirana memutuskan untuk segera melangsungkan pernikahan.
Mereka hidup behagia.
Diambil dari: Cerita rakyat 33 Provinsi
Berbagai Sumber Dongeng Nusantara

Agen Slot
ReplyDeletePanduan Judi Onlie
LK21
Cara Bermain Slot Reel Assault Via OVO Ayo Daftar Sekarang Juga Dan Dapatkan Bonus Berlimpah !!!
ReplyDelete